Siapa yang Bayar Biaya Transfer? Ini Penjelasannya
Saat melakukan transfer uang, terutama ke rekening bank yang berbeda atau ke luar negeri, sering muncul pertanyaan: siapa yang sebenarnya menanggung biaya transfer? Jawabannya bisa bervariasi tergantung kebijakan bank dan jenis layanan yang digunakan.
Berdasarkan informasi dari BEN (Bank Eropa Utara) pada 9 September 2020, biaya transfer biasanya dibebankan kepada penerima dana. Dalam skema ini, yang dikenal sebagai metode βBENβ, seluruh biaya transfer akan dipotong langsung dari jumlah yang diterima. Artinya, jika Anda mengirim 1 juta rupiah, penerima mungkin hanya mendapat jumlah bersih setelah potongan biaya bank perantara dan biaya administrasi.
Metode ini berbeda dengan SHA (Shared), di mana pengirim membayar biaya bank lokal dan penerima menanggung biaya bank tujuan, atau OUR, di mana pengirim menanggung semua biaya. Pilihan metode ini sering memengaruhi berapa besar uang yang benar-benar diterima oleh pihak lain.
Banyak orang tidak menyadari perbedaan ini, sehingga terkejut saat penerima mendapat nominal lebih kecil dari yang diharapkan. Oleh karena itu, penting untuk menanyakan ke bank apakah transfer Anda menggunakan metode BEN, SHA, atau OUR, terutama saat mengirim uang dalam jumlah besar atau lintas negara.
Secara umum, metode BEN memang lebih menguntungkan bagi pengirim karena tidak perlu membayar biaya tambahan di awal. Namun, dari sisi penerima, bisa terasa kurang adil jika tiba-tiba uang yang masuk lebih kecil dari jumlah yang disepakati.
Jadi, selalu cek detail biaya sebelum transfer. Ini bisa menghindarkan Anda dan penerima dari salah paham.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.