Siapa yang Menguburkan Yesus?

Setelah kematian Yesus di kayu salib, pertanyaan tentang siapa yang menguburkan-Nya sering muncul dalam pembicaraan iman dan sejarah. Menurut Injil, Yesus wafat di sekitar pukul 3 hingga 6 sore, menjelang akhir hari, tepatnya pada 14 Nisan (14 Abib), sekitar tahun 30 hingga 33 Masehi. Karena hari Sabat segera tiba—hari kudus yang tidak boleh digunakan untuk bekerja—makam harus segera disiapkan.

Yusuf dari Arimatea, seorang anggota dewan yang kaya dan juga pengikut Yesus secara diam-diam, tampil di tengah situasi genting ini. Ia memberanikan diri meminta jenazah Yesus kepada Pontius Pilatus. Setelah izin diberikan, Yusuf mengambil tubuh-Nya, membungkusnya dengan kain kasa, dan menempatkannya di sebuah kubur batu yang baru dan belum pernah dipakai—kubur miliknya sendiri.

Tindakan Yusuf bukan hanya merupakan tindakan belas kasih, tetapi juga penggenapan nubuat Alkitab bahwa Mesias akan dimakamkan bersama orang kaya. Ia dibantu oleh Nikodemus, yang juga membawa campuran mur dan aloe untuk membungkus jenazah sesuai tradisi Yahudi waktu itu. Mereka melakukan semuanya dengan cepat karena waktu sangat terbatas sebelum matahari terbenam dan hari Sabat dimulai.

Peristiwa ini menunjukkan betapa pemberian diri Yusuf, meski risiko sosial tinggi karena ia dikenal sebagai anggota dewan, menjadi bagian penting dalam kisah salib. Kubur batu yang sunyi itu bukan akhir cerita, tetapi titik balik menuju kebangkitan yang diimani jutaan orang hingga hari ini.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait