Siapa Yesus dalam Pandangan Al-Quran?
Yesus, yang dikenal sebagai Isa dalam Al-Quran, memiliki kedudukan yang sangat mulia. Beliau bukan hanya seorang nabi biasa, tetapi juga seorang rasul yang diutus oleh Allah untuk membimbing umat manusia. Dalam surat Ali Imran ayat 45, disebutkan bahwa Isa adalah "kalimah" (kata) dari Allah, yang ditiupkan ke dalam rahim Maryam, membuat kelahirannya penuh keajaiban.
Al-Quran menjelaskan bahwa Isa adalah hamba Allah yang setia (abdullah), seorang nabi, dan diberi mukjizat luar biasa. Ia diajari Taurat dan diberi Injil sebagai petunjuk bagi manusia (QS 3:48). Allah juga memperkuatnya dengan Roh Kudus, yang membantunya dalam menyampaikan ajaran kebenaran. Keberadaannya dihormati, tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat kelak.
Umat Islam meyakini bahwa Yesus tidak disalib, melainkan diangkat langsung oleh Allah ke langit (QS 4:158). Ini menunjukkan betapa spesialnya posisinya dibandingkan nabi-nabi lain. Meski agama Islam tidak menganggapnya sebagai Tuhan, penghormatan terhadap Yesus justru menjadi bagian penting dari keimanan.
Yang menarik, Al-Quran tidak hanya menyebut Yesus sebagai nabi, tetapi juga menegaskan peran pentingnya dalam menyampaikan rahmat dan petunjuk dari Allah. Ajarannya mengajak pada kebenaran, kasih, dan penyembahan hanya kepada Allah semata.
Jadi, meski berbeda dengan keyakinan Kristen, dalam Islam, Yesus tetap dihormati sebagai salah satu tokoh spiritual paling agung dalam sejarah kemanusiaan. Kita diajak untuk mengenalnya tidak hanya sebagai simbol, tetapi sebagai manusia yang penuh hikmah, kesalehan, dan kedekatan dengan Tuhan.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.