Apakah Nabi Muhammad Melihat Allah?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam diskusi tentang perjalanan spiritual Nabi Muhammad adalah: apakah beliau pernah melihat Allah? Jawaban dari pertanyaan ini telah menjadi bahan pembahasan luas di kalangan ulama sejak dulu.

Menurut pendapat yang kuat dan dianut oleh mayoritas ulama, termasuk Imam Nawawi, Nabi Muhammad saw. memang melihat Tuhannya dengan mata kepala sendiri saat peristiwa Isra' Mi'raj. Dalam kitab Syarhun Nawawi alal Muslim, Imam Nawawi menyatakan bahwa pendapat inilah yang paling unggul dan didukung oleh banyak dalil serta riwayat sahih.

Peristiwa ini terjadi pada malam Isra', ketika Nabi dinaikkan dari Masjidil Haram ke Sidratil Muntaha, melewati berbagai langit hingga sampai sedekat mungkin dengan Sang Pencipta. Dalam perjalanan luar biasa itu, beliau dianugerahi penglihatan langsung terhadap keagungan Allah, meski tanpa menyerupai bentuk atau rupa apa pun, karena Allah tidak dapat digambarkan seperti makhluk-Nya.

Beberapa orang mungkin meragukan kemungkinan ini karena ayat Al-Qur'an yang menyatakan bahwa "Penglihatanmu tidak menangkap-Nya, tetapi Dia menangkap penglihatanmu" (QS. Al-An’am: 103). Namun, ayat ini umumnya ditafsirkan merujuk pada kondisi manusia biasa di dunia, bukan keistimewaan Nabi dalam perjalanan spiritualnya.

Jadi, berdasarkan pandangan mayoritas ulama, Nabi Muhammad saw. adalah satu-satunya manusia yang pernah melihat Allah dengan mata kepala sendiri, khususnya pada malam Isra' Mi'raj. Ini merupakan salah satu bentuk kemuliaan dan keistimewaan yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait