Siapakah Tuhan Semua Agama?

Ketika berbicara tentang Tuhan dalam berbagai agama, terutama agama-agama yang berasal dari wahyu ilahi seperti Islam, Kristen, dan Yahudi, banyak orang mulai bertanya: "Apakah Tuhan yang disembah dalam agama-agama ini sebenarnya satu?" Jawabannya, menurut perspektif Islam, adalah Ya.

Allah adalah nama yang digunakan untuk merujuk pada Tuhan Yang Maha Esa—satu-satunya Tuhan yang disembah dalam ajaran para nabi, mulai dari Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, hingga Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Dalam Al-Qur'an, Allah tidak hanya disebut sebagai Tuhan umat Islam, tetapi sebagai Tuhan seluruh alam semesta.

Banyak yang keliru mengira bahwa "Allah" hanyalah nama Tuhan bagi umat Islam. Padahal, dalam bahasa Arab, kata Allah adalah bentuk khusus untuk Tuhan yang Maha Tunggal dan tidak memiliki sekutu. Umat Arab Kristiani dan Yahudi juga menggunakan kata "Allah" untuk menyebut Tuhan, karena memang itulah istilah yang benar dalam bahasa mereka.

Nabi Ibrahim, yang diakui sebagai bapak ketuhanan dalam tiga agama besar, juga menyembah Allah—bukan berhala atau dewa lain. Ajarannya tentang tauhid (keesaan Tuhan) menjadi dasar dari semua agama langit. Perbedaan kemudian muncul karena perubahan ajaran sepanjang sejarah, bukan karena perbedaan dalam penyembahan Tuhan itu sendirinya.

Jadi, meskipun agama-agama memiliki cara ibadah dan nabi yang berbeda, inti penyembahan tetap satu: Allah. Dialah Tuhan langit dan bumi, tempat semua nabi mengajak umatnya untuk kembali. Seperti kata Al-Qur'an: "Sesungguhnya kami dan kamu menyembah Tuhan yang sama." (QS. Al-Qashash: 42).

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait