Apakah Sperma Tumpah Setelah Hubungan Bisa Sebabkan Sulit Hamil?

Ada banyak mitos yang beredar soal kesuburan dan kehamilan, salah satunya adalah kekhawatiran bahwa sperma yang "tumpah" atau keluar dari vagina setelah hubungan suami istri bisa membuat pasangan sulit hamil. Padahal, kenyataannya tidak seperti itu.

Saat ejakulasi terjadi di dalam vagina, jutaan sperma langsung bergerak maju menuju sel telur. Meskipun sebagian cairan sperma akhirnya keluar lagi — yang sering disebut "tumpah" — itu adalah hal yang sangat wajar. Cairan yang keluar itu sebagian besar adalah bagian dari cairan mani yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh. Sperma yang paling sehat dan cepat sudah lebih dulu bergerak ke atas melalui serviks menuju tuba falopi.

Jadi, sperma yang keluar setelah hubungan intim tidak berhubungan langsung dengan kemampuan hamil. Yang penting adalah kualitas dan jumlah sperma yang mampu mencapai sel telur. Banyak pasangan yang khawatir berlebihan karena hal ini, padahal kehamilan tidak ditentukan oleh banyaknya cairan yang tertinggal, melainkan oleh kesuburan masing-masing pasangan.

Tentu, jika sudah mencoba lebih dari setahun (atau enam bulan untuk wanita di atas 35 tahun) tanpa hasil, sebaiknya konsultasi ke dokter kandungan atau spesialis fertilitas. Tapi jangan panik dulu hanya karena melihat sperma keluar setelah berhubungan — itu bagian normal dari proses alami tubuh.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait