Apa Penyebab Cacatnya Stephen Hawking?
Stephen Hawking mengalami kelumpuhan akibat penyakit langka yang dikenal sebagai amyotrophic lateral sclerosis (ALS), atau lebih dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig. Penyakit ini menyerang saraf motorik di otak dan sumsum tulang belakang, yang secara bertahap menghancurkan kemampuan tubuh untuk mengendalikan otot-otot.
Hawking didiagnosis menderita ALS pada tahun 1963, ketika ia baru berusia 21 tahun. Saat itu, dokter memperkirakan ia hanya punya beberapa tahun hidup. Namun, Hawking membuktikan dugaan itu salah. Ia justru hidup dengan penyakit tersebut selama lebih dari lima dekade, menjadi salah satu kasus paling langka dalam sejarah medis.
Seiring waktu, kondisi ALS membuatnya kehilangan kemampuan untuk berjalan, berbicara, dan akhirnya harus bergantung pada kursi roda dan sistem komunikasi berbasis komputer. Meski tubuhnya terkunci, pikirannya tetap bebas menjelajahi alam semesta. Ia terus berkarya, menulis buku ilmiah populer seperti A Brief History of Time, dan menjadi simbol ketangguhan manusia menghadapi keterbatasan.
ALS tidak memengaruhi kecerdasan atau indera, sehingga Hawking tetap bisa berpikir jernih, bermimpi, dan memberi kontribusi besar bagi dunia sains. Kehidupannya menjadi pengingat bahwa bahkan dalam kondisi paling sulit, semangat manusia bisa tetap bersinar.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.