Bolehkah Pijat Setelah Stroke Ringan?

Stroke ringan, meski gejalanya tidak separah stroke berat, tetap memerlukan penanganan yang hati-hati. Banyak yang bertanya, apakah boleh memijat setelah mengalami stroke ringan? Jawabannya perlu diwaspadai.

Secara umum, memijat mungkin terasa menenangkan dan membantu relaksasi otot. Namun, pada kasus stroke—termasuk yang ringan—terapi pijat bukanlah pilihan utama dan bisa jadi berisiko jika tidak dilakukan dengan benar.

Kenapa harus hati-hati?

Karena setelah stroke, banyak pasien yang mendapat obat pengencer darah. Obat ini membantu mencegah pembekuan, tapi juga membuat pembuluh darah lebih rentan mengalami pendarahan. Tekanan berlebihan saat dipijat, terutama di area tubuh tertentu, berpotensi menyebabkan memar atau bahkan pendarahan internal.

Selain itu, saraf dan otot pasca-stroke sering belum sepenuhnya normal. Pijat yang terlalu keras atau tidak tepat tekniknya justru bisa menyebabkan nyeri atau cedera tambahan.

Jika Anda atau keluarga ingin mencoba terapi pemulihan, lebih baik konsultasikan dulu ke dokter atau fisioterapis. Ada terapi khusus seperti fisioterapi neurologis yang dirancang untuk membantu pemulihan fungsi tubuh secara aman dan efektif setelah stroke.

Jadi, meski terlihat ringan, jangan anggap remeh pemulihan setelah stroke. Kesehatan otak dan pembuluh darah sangat berharga—perlakukan dengan tepat.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait