Kapan Stunting Mulai Terlihat pada Anak?

Stunting atau tubuh pendek pada anak biasanya sudah bisa terdeteksi sejak dini, bahkan mulai dari usia 0-2 tahun. Menurut standar pertumbuhan anak dari WHO, seorang anak dikatakan mengalami stunting jika tinggi atau panjang badannya berada lebih dari dua standar deviasi di bawah median kurva pertumbuhan sesuai usianya.

Periode dari janin hingga anak berusia dua tahun sangat krusial. Jika dalam masa ini nutrisi tidak terpenuhi dengan baik, risiko stunting meningkat. Faktor lingkungan seperti gizi buruk, infeksi berulang, sanitasi yang tidak sehat, dan kurangnya akses air bersih menjadi penyebab utama. Selain itu, faktor genetik juga turut memengaruhi tinggi badan anak. Namun, gen bukan satu-satunya penentu—lingkungan dan pola asuh yang sehat justru lebih besar pengaruhnya.

Ibu hamil yang kekurangan nutrisi, pemberian ASI tidak eksklusif, atau makanan pendamping ASI yang tidak bergizi bisa memicu gangguan pertumbuhan. Pola asuh yang kurang memperhatikan kebersihan juga meningkatkan risiko infeksi, seperti diare, yang dapat menghambat penyerapan nutrisi.

Oleh karena itu, deteksi dini dan tindakan pencegahan harus dimulai sejak masa kehamilan. Pemeriksaan rutin, asupan makanan bergizi seimbang, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, dan lingkungan yang bersih adalah kunci utama mencegah stunting.

Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tapi juga berdampak pada perkembangan otak dan kemampuan belajar anak di masa depan. Dengan kesadaran sejak dini dan tindakan tepat, pertumbuhan optimal anak bisa tercapai.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait