Stunting dan Kekurangan Vitamin D: Apa Hubungannya?

Stunting, atau kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan fisik dan kognitif, sering kali mulai terbentuk sejak masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Masa ini mencakup masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Salah satu faktor yang kini semakin diperhatikan dalam pencegahan stunting adalah defisiensi vitamin D.

Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D pada ibu hamil dan bayi bisa berkontribusi terhadap risiko stunting. Vitamin D tidak hanya penting untuk kesehatan tulang, tetapi juga berperan dalam pembentukan dan perkembangan sistem muskuloskletal. Saat tubuh kekurangan vitamin D, penyerapan kalsium dan fosfor terganggu, yang pada akhirnya memengaruhi pertumbuhan tulang dan otot pada janin maupun bayi.

Ibu hamil yang kekurangan vitamin D berisiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah dan tulang yang tidak berkembang optimal—faktor risiko utama stunting. Selain itu, bayi yang lahir dari ibu dengan kadar vitamin D rendah juga bisa mengalami gangguan pertumbuhan di masa awal kehidupannya.

Meskipun sinar matahari pagi merupakan sumber alami vitamin D, tidak semua ibu hamil mendapatkan cukup paparan sinar matahari, terutama di daerah perkotaan atau bagi mereka yang sebagian besar waktu berada di dalam ruangan. Selain itu, pola makan yang kurang mengonsumsi makanan kaya vitamin D seperti ikan berlemak, telur, dan susu fortifikasi juga turut berperan.

Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil dan calon ibu untuk memperhatikan asupan vitamin D, baik melalui makanan, paparan sinar matahari yang cukup, atau saran dokter. Pencegahan stunting bukan hanya soal nutrisi umum, tetapi juga mencakup kecukupan vitamin spesifik seperti vitamin D sejak masa kehamilan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait