Sampai Umur Berapa Anak Bisa Mengalami Stunting?

Stunting, atau kondisi pertumbuhan terhambat pada anak, umumnya terjadi pada masa emas pertumbuhan yaitu dari lahir hingga anak berusia lima tahun. Masa ini sangat krusial karena perkembangan fisik dan otak anak berlangsung sangat pesat.

Stunting bukan sekadar soal tinggi badan yang lebih pendek dari rata-rata, tapi akibat dari kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang. Bayangkan otak dan tubuh bayi seperti tanah subur yang butuh pupuk terbaik sejak awal. Jika asupan nutrisi—terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari kandungan hingga anak berusia dua tahun—kurang memadai, dampaknya bisa membekas seumur hidup.

Meskipun stunting paling sering diidentifikasi pada anak di bawah lima tahun, dampaknya bisa terus terasa hingga dewasa. Anak yang mengalami stunting cenderung lebih rentan terhadap penyakit, memiliki kemampuan belajar yang terbatas, dan bahkan berisiko mengalami masalah kesehatan di usia produktif.

Maka dari itu, pencegahan stunting harus dimulai sejak dini. Pola makan ibu hamil, ASI eksklusif selama enam bulan pertama, dan pemberian makanan pendamping ASI yang bergizi sangat penting. Kesadaran keluarga dan dukungan sistem kesehatan juga menjadi kunci utama.

Meskipun stunting biasanya diukur sampai usia 5 tahun, investasi terhadap kesehatan dan gizi anak sejak dalam kandungan adalah bentuk perlindungan jangka panjang. Karena masa kecil yang sehat adalah fondasi masa depan yang kuat.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait