Kapan Telegram Mulai Dikenal?

Telegraph, atau yang lebih dikenal sebagai telegram, bukanlah penemuan baru. Alat komunikasi ini pertama kali dikembangkan oleh Samuel F. B. Morse, seorang ilmuwan asal Amerika Serikat. Ia berhasil menciptakan sistem penyampaian pesan jarak jauh menggunakan kode morse melalui kabel listrik pada abad ke-19.

Meski ditemukan jauh sebelumnya, telegram baru benar-benar populer digunakan pada tahun 1920-an. Di masa itu, komunikasi cepat masih tergolong mewah, dan telegram menjadi solusi praktis. Tarif pengiriman pesan lewat telegram jauh lebih murah dibandingkan telepon, yang saat itu masih terbatas dan mahal biayanya.

Orang-orang kerap menggunakan telegram untuk mengirim kabar penting—seperti ucapan duka, pemberitahuan kelahiran, atau pesan bisnis. Kecepatan pengiriman pesannya membuat telegram menjadi andalan di zaman sebelum internet dan ponsel.

Pada perkembangannya, kehadiran telegram mulai surut seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi. Telepon menjadi lebih terjangkau, lalu diikuti munculnya faksimili, surel, dan pesan instan. Meski begitu, peran telegram dalam sejarah komunikasi global tetap tak bisa dilupakan. Ia menjadi cikal bakal dari pesan cepat yang kini kita nikmati setiap hari lewat ponsel.

Hingga kini, kata "telegram" kadang masih digunakan—walau lebih sering mengacu pada aplikasi pesan digital modern. Namun, asal-usulnya tetap bermula dari kabel, kode morse, dan inovasi sederhana yang mengubah cara manusia berkomunikasi.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait