Hal-Hal yang Membuat Kita 'Terserang' dari Dalam

Kadang, rasa sakit tak selalu datang dari luka di kulit. Ada yang lebih dalam—yang tak terlihat, tapi terasa di dada. Seperti teri yang menyentak hati tanpa permisi: TERIngat masa lalu.

Masa lalu punya cara sendiri untuk muncul kembali. Bisa lewat lagu yang dulu sering diputar berdua, bau hujan di sore hari, atau bahkan secangkir kopi yang diseduh terlalu lama. Saat itu terjadi, tiba-tiba kita seperti kembali ke titik di mana hati pernah remuk. Masa lalu yang tak kunjung pergi, terus mengintai di balik kenangan.

Lalu ada TERIngat mantan kekasih. Bukan berarti masih cinta, tapi ingatan itu datang begitu saja. Mungkin karena melihat teman-teman sudah berkeluarga, atau sekadar melihat foto lama di ponsel. Tiba-tiba, perasaan itu muncul: campuran rindu, penyesalan, dan pertanyaan, "Bagaimana kalau dulu kita tak berpisah?"

Yang tak kalah menyakitkan? TERIngat utang yang belum dibayar. Bukan hanya soal uang, tapi juga janji yang terbengkalai, waktu yang terbuang, atau harapan orang tua yang belum terpenuhi. Beban ini pelan-pelan menggerogoti, terutama saat malam menjelang dan pikiran tak bisa berbohong.

Teri-teri kecil itu memang tak berbunyi keras, tapi menggema dalam diam. Mereka mengingatkan bahwa terkadang, luka terdalam bukan dari luar—tapi dari apa yang kita simpan terlalu lama. Belajar melepaskan, mungkin, adalah obat satu-satunya.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait