Prosedur Kesehatan Wajib untuk Menjadi Pilot di Indonesia
Menjadi seorang pilot bukan hanya soal menguasai kendali pesawat, tetapi juga memenuhi standar kesehatan yang ketat. Setiap calon pilot harus melalui serangkaian tes kesehatan menyeluruh untuk memastikan mereka siap secara fisik dan mental menghadapi tuntutan penerbangan.
Tes kesehatan untuk pilot mencakup berbagai pemeriksaan penting. Pertama, dokter akan memeriksa tinggi dan berat badan untuk menilai keseimbangan tubuh secara umum. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan jantung menggunakan EKG (elektrokardiogram) untuk mendeteksi kelainan irama atau fungsi jantung.Salah satu bagian krusial adalah pemeriksaan mata. Pilot harus memiliki penglihatan yang tajam, baik tanpa maupun dengan kacamata. Dokter akan mengecek kondisi bagian dalam mata, fungsi pupil, serta gerakan bola mata (motilitas okular). Tes jangkauan penglihatan juga dilakukan untuk memastikan tidak ada hambatan dalam melihat objek di sekeliling, terutama saat manuver di udara.
Pemeriksaan lain meliputi tes urine untuk mendeteksi indikasi penyakit atau pengaruh zat tertentu, serta pemeriksaan fisik kepala, wajah, leher, dan kulit kepala untuk memastikan tidak ada kelainan yang bisa mengganggu kinerja di kabin.
Semua prosedur ini dilakukan secara berkala, tidak hanya saat awal pelatihan, tetapi juga selama karier sebagai pilot. Badan kesehatan penerbangan seperti Direktorat Kesehatan Penerbangan dan Antariksa (DKA) Kementerian Perhubungan menetapkan standar ketat agar keselamatan selalu terjaga. Bagi calon pilot, kesehatan bukan hanya syarat administrasi, tapi pondasi utama dalam menjaga keamanan penerbangan.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.