Tinggi Anak Ikut Siapa? Ini Penjelasannya

Orang tua sering penasaran, “Anak saya nanti tinggi enggak, ya?” Pertanyaan ini wajar, terutama saat melihat pertumbuhan si kecil. Jawabannya, tinggi badan anak memang dipengaruhi oleh siapa—tapi bukan hanya satu pihak.

Faktor utama yang menentukan tinggi anak adalah genetik. Sekitar 50 hingga 60% pertumbuhan tinggi badan berasal dari keturunan. Artinya, jika ayah dan ibu memiliki postur tinggi, besar kemungkinan anak juga akan memiliki badan yang tinggi. Tapi bukan berarti anak dari orang tua pendek tidak bisa tumbuh tinggi—karena faktor lain juga turut berperan.

Selain gen, pola makan, aktivitas fisik, dan kualitas tidur sangat memengaruhi pertumbuhan. Nutrisi yang cukup, terutama protein, kalsium, dan vitamin D, penting untuk kesehatan tulang dan otot. Anak yang aktif bergerak, seperti bermain di luar ruangan atau olahraga ringan, cenderung tumbuh lebih optimal.

Masa pertumbuhan paling pesat terjadi sejak bayi hingga masa pubertas. Di usia sekolah, anak bisa tumbuh 5–7 cm per tahun. Itulah kenapa kebiasaan sehat sejak dini sangat penting—makan teratur, tidur cukup, dan hindari stres berlebihan.

Jadi, meski gen jadi acuan awal, lingkungan dan pola hidup turut membentuk seberapa tinggi anak nanti. Orang tua tak perlu terlalu khawatir jika merasa tubuhnya tidak terlalu tinggi—dengan perawatan yang tepat, anak tetap bisa mencapai potensi maksimalnya.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait