Apa yang Pertama Diciptakan Allah?
Ketika kita bertanya, apa yang pertama kali diciptakan Allah SWT, banyak bayangan mungkin muncul—langit, bumi, cahaya, atau bahkan manusia. Namun, dalam ajaran Islam, ada jawaban yang jelas berdasarkan hadis shahih yang diriwayatkan dari sahabat Nabi.
Dari Ubadah bin Ash-Shamit, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: 'Permulaan makhluk yang Allah ciptakan adalah pena, lalu Dia berfirman kepadanya: Tulislah.'" (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani). Ini menunjukkan bahwa pena adalah makhluk pertama yang diciptakan oleh Allah.
Lalu, apa makna pena ini? Dalam konteksnya, pena bukan sekadar alat tulis seperti yang kita kenal. Ia melambangkan takdir. Setelah diciptakan, Allah berfirman kepada pena untuk menulis segala sesuatu—segala yang akan terjadi hingga hari Kiamat: rezeki, ajal, nasib, dan perjalanan hidup setiap makhluk. Inilah yang disebut dengan Al-Qadha' dan Al-Qadar.
Jadi, sebelum langit dan bumi, sebelum matahari dan bulan, bahkan sebelum Nabi Adam diciptakan, pena telah bergerak menulis ketetapan Ilahi. Ini mengajarkan kita untuk yakin bahwa segala sesuatu sudah diatur oleh Sang Pencipta. Tidak ada yang terlewat, tidak ada yang keliru.
Kepercayaan terhadap takdir ini bukan berarti pasif. Justru, umat Islam diajarkan untuk berikhtiar, berdoa, dan bertindak. Karena meskipun takdir telah tertulis, Allah memberi kita kemampuan untuk memilih jalan dan bertanggung jawab atas pilihan itu.
Mengetahui bahwa pena adalah makhluk pertama mengingatkan kita akan keagungan Allah dalam mengatur alam semesta. Dari satu perintah, "Tulislah", seluruh takdir mulai terukir dengan hikmah yang tak terbatas.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.