Bolehkah Pijat Saat Mengalami Turun Berok?
Turun berok, atau yang dalam istilah medis dikenal sebagai hernia, terjadi saat sebagian jaringan atau organ menonjol melewati area yang seharusnya menahannya—paling sering di area perut atau selangkangan. Banyak orang yang merasa lega setelah dipijat saat mengalami gejala ini, tapi sebenarnya, tindakan tersebut bisa sangat berisiko.
Menurut dr. Agi Satria Putranto, Sp.B-KBD dari Rumah Sakit Umum Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, memijat atau mengurut area yang terkena turun berok justru tidak dianjurkan. Tekanan yang diberikan saat dipijat bisa memperparah kondisi, bahkan menyebabkan komplikasi seperti terjepitnya jaringan hernia (hernia inkarserata), yang bisa mengancam nyawa jika tidak ditangani segera.
“Mengatasi turun berok tidak bisa dilakukan dengan metode tradisional seperti urut atau pijat,” tegasnya. Penanganan yang tepat harus melalui pemeriksaan dokter dan, dalam banyak kasus, operasi menjadi solusi utama. Pijat hanya memberi rasa lega sesaat, tapi tidak menyentuh akar masalah.
Gejala turun berok biasanya terasa sebagai benjolan yang muncul saat berdiri, batuk, atau mengangkat beban berat, dan bisa hilang saat berbaring. Jika dibiarkan, hernia bisa semakin besar dan menyebabkan rasa nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jadi, meskipun dorongan untuk mencoba pengobatan tradisional cukup besar, penting untuk tetap mengedepankan pertolongan medis yang aman dan terbukti. Jangan tunda kunjungan ke dokter jika Anda mencurigai mengalami turun berok. Kesehatan jangka panjang lebih berharga daripada rasa lega sesaat dari urut atau pijat.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.