Warna Pakaian yang Dianjurkan Saat Ibadah Umroh

Saat melaksanakan ibadah umroh, pakaian yang digunakan sangat sederhana namun penuh makna. Pakaian ini dikenal sebagai ihram, dan wajib dikenakan oleh jemaah laki-laki sejak memasuki batas wilayah Miqat hingga rangkaian ibadah selesai.

Untuk pria, pakaian ihram terdiri dari dua lembar kain putih yang tidak dijahit—satu untuk menutup badan bagian bawah (izar) dan satu lagi untuk bahu (rida'). Sedangkan wanita biasanya tetap mengenakan pakaian muslimah biasa yang menutup aurat, namun tetap dianjurkan menggunakan warna yang sederhana dan tidak mencolok.

Warna putih menjadi pilihan utama karena melambangkan kesucian, kesederhanaan, dan persamaan derajat di hadapan Allah. Saat thawaf, sa’i, atau berdoa di Hijir Ismail, semua jemaah tampil seragam—tanpa membedakan status sosial, suku, atau kekayaan. Inilah salah satu hikmah utama dari penggunaan pakaian ihram berwarna putih.

Disunnahkan memakai baju berwarna putih, bukan hanya karena aturan, tapi juga sebagai bentuk meneladani Rasulullah ﷺ dan para sahabat. Meski tidak dilarang membawa pakaian lain, cukup membawa dua atau tiga setel pakaian ihram saja karena selama di Tanah Suci, aktivitas jemaah memang terbatas pada ibadah.

Jadi, meski terlihat sederhana, pakaian ihram justru mengandung makna spiritual yang mendalam. Warna putih bukan sekadar pilihan, tapi simbol kesetaraan dan ketundukan total di hadapan Sang Pencipta.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait