Kapan Waktu Terbaik untuk Dapatkan Vitamin D dari Sinar Matahari?

Bagi banyak orang, mendapatkan cukup vitamin D adalah kebutuhan penting untuk menjaga kesehatan tulang, imunitas, dan suasana hati. Salah satu sumber alami terbaik adalah sinar matahari pagi. Pertanyaan umum yang sering muncul adalah, “Vitamin D yang baik jam berapa?”

Waktu terbaik untuk berjemur agar tubuh memproduksi vitamin D adalah sekitar pukul 08.00 pagi. Pada jam-jam ini, sinar UVB masih cukup optimal untuk membantu kulit memproduksi vitamin D tanpa terlalu berisiko menyebabkan kerusakan kulit. Durasi yang disarankan cukup singkat—sekitar 10 hingga 15 menit, tiga kali seminggu, dengan wajah, lengan, atau kaki terbuka terkena sinar langsung.

Setelah pukul 10.00, sinar matahari mulai mengandung lebih banyak UVA dan UVB yang bisa membahayakan kulit jika terpapar terlalu lama. Jadi, meskipun sinar matahari siang hari tetap mengandung vitamin D, risiko kerusakan kulit justru lebih besar. Itulah mengapa pagi hari, khususnya sekitar pukul 08.00, menjadi waktu ideal.

Perlu diingat, kondisi cuaca, polusi udara, dan warna kulit juga memengaruhi seberapa banyak vitamin D yang bisa diproduksi. Orang dengan kulit lebih gelap mungkin butuh sedikit lebih lama di bawah sinar matahari untuk mendapatkan jumlah yang sama dibandingkan mereka dengan kulit lebih terang.

Sebagai tambahan, jika kamu tinggal di daerah dengan musim dingin atau langit sering mendung, asupan vitamin D dari makanan atau suplemen bisa menjadi pilihan penting. Namun, selama cuaca memungkinkan, manfaatkan matahari pagi dengan bijak—cukup sebentar, tanpa tabir surya—agar tubuh bisa menyerap manfaatnya secara alami.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait