Wudu atau Wudlu? Ini Penjelasannya
Kata "wudu" sering kali ditulis sebagai "wudlu" oleh sebagian orang, terutama di media sosial atau tulisan informal. Tapi sebenarnya, mana yang benar?
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi V, bentuk yang baku adalah "wudu". Kata ini berasal dari bahasa Arab "wuḍūʾ" yang berarti bersuci dengan membasuh anggota tubuh tertentu sebelum melaksanakan salat. Meski penulisan "wudlu" kerap ditemui, terutama karena pengaruh ejaan lama atau dialek daerah, secara resmi dan baku, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan "wudu" sebagai bentuk yang benar.Perbedaan penulisan ini sebenarnya wajar, karena banyak kata serapan dari Arab yang mengalami penyesuaian saat masuk ke dalam bahasa Indonesia. Dalam ejaan bahasa Indonesia, bunyi "ḍ" dalam Arab sering kali dilambangkan dengan "d", bukan "dl". Jadi, wajar jika "wuḍū" menjadi "wudu", bukan "wudlu".
Meski begitu, baik "wudu" maupun "wudlu" pasti dimengerti maksudnya oleh mayoritas orang. Hanya saja, jika sedang menulis secara formal—seperti di sekolah, surat resmi, atau artikel—lebih baik gunakan bentuk baku: wudu.
Jadi, jika temanmu menulis "wudlu", tak perlu dibesar-besarkan. Tapi kini kamu tahu: yang sesuai kaidah bahasa Indonesia adalah wudu.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.