Yesus dan Misi Kepada Bangsa Israel
Saat kita membaca kisah pelayanan Yesus dalam Alkitab, ada satu hal yang sering menarik perhatian: kepada siapa sebenarnya Dia diutus? Dalam salah satu percakapan dengan seorang perempuan non-Yahudi, Yesus dengan tegas berkata, "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari keluarga Israel." Pernyataan ini mungkin terdengar terbatas, namun sangat penting untuk memahami konteks zaman itu.
Pada masa itu, bangsa Israel hidup dalam harapan akan Mesias yang dijanjikan—seorang penyelamat yang akan membawa pemulihan dan pembebasan. Yesus datang sebagai penggenapan janji itu. Ia mengutamakan bangsa-Nya terlebih dahulu, bukan karena membenci bangsa lain, tetapi karena misi-Nya berakar pada aliansi Allah dengan Abraham dan keturunannya.
Meski demikian, fokus awal pada bangsa Israel bukan berarti penolakan terhadap bangsa lain. Malahan, Yesus sering menunjukkan belas kasihan kepada orang asing—seperti perempuan Siprus-Siri yang Ia sembuhkan anaknya. Hal ini menunjukkan bahwa cakupan kasih Allah selalu lebih luas dari batas suku atau bangsa.
Setelah kebangkitan-Nya, murid-murid Yesus diperintahkan untuk pergi ke seluruh dunia. Artinya, misi yang dimulai di Yudea akhirnya menjangkau semua bangsa. Tetapi titik mulainya tetap kuat: Yesus datang pertama-tama untuk Israel, sebagai janji yang dipegang teguh oleh Allah sepanjang sejarah keselamatan.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.