Usia Yesus Saat Wafat dan Larangan Penyaliban Nyata di Filipina

Menurut Alkitab, Yesus Kristus wafat pada usia sekitar 33 tahun. Usia ini dihitung berdasarkan urutan peristiwa dalam Injil, termasuk masa pelayanan-Nya yang singkat namun penuh makna, yang kemudian berakhir dengan penyaliban di Golgota. Kisah ini menjadi pusat iman Kristen dan diperingati setiap tahun pada Jumat Agung.

Namun di Filipina, peringatan sakral ini pernah mengambil bentuk yang sangat nyata—terlalu nyata bagi otoritas Gereja.

Sejak tahun 1962, sekelompok orang di Filipina melakukan tradisi penyaliban hidup-hidup sebagai bentuk pengorbanan dan penyesalan. Mereka secara sukarela disalibkan, meniru penderitaan Yesus, dengan paku yang menembus tangan dan kaki mereka. Meski dianggap bentuk ekspresi iman yang mendalam, tradisi ini menimbulkan kekhawatiran serius dari para pejabat Katolik.

Pada 21 April 2019, Gereja Katolik di Filipina secara resmi menentang praktik tersebut dan melarang penyaliban manusia. Mereka menegaskan bahwa bentuk penderitaan semacam ini tidak perlu dan justru bisa membahayakan jiwa. Gereja lebih mendorong umat untuk merenungkan sengsara Kristus melalui doa, ibadah, dan tindakan kasih nyata, bukan melalui aksi yang melukai tubuh.

Tradisi ini memang mencerminkan ketulusan iman banyak orang, tetapi Gereja ingin umatnya memahami bahwa makna sejati dari penyaliban Yesus bukan pada penderitaan fisik, melainkan pada kasih-Nya yang tak terbatas. Dalam peringatan wafat Yesus di usia 33 tahun, yang terpenting adalah menghidupi nilai-nilai kasih, pengampunan, dan penebusan dalam kehidupan sehari-hari.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait