Mana Duluan Islam apa Kristen? Menelusuri Akar Sejarah Dua Agama Abrahamik

Pertanyaan mengenai agama mana yang lahir lebih dulu antara Islam dan Kristen seringkali muncul dalam diskursus perbandingan agama. Dari sudut pandang kronologi sejarah dunia dan catatan akademis, agama Kristen tercatat muncul lebih awal dibandingkan dengan agama Islam.

Namun, ketika pertanyaan ini dijawab melalui lensa teologis atau teologi Islam, perspektif yang digunakan memiliki dimensi yang berbeda. Mari kita bedah bagian pertama dari pembahasan mendalam ini untuk memahami lini masa sejarah serta landasan teologis dari masing-masing keyakinan secara objektif dan proporsional.

1. Tinjauan Kronologi Historis dan Bukti Empiris

Secara historis-kronologis, kekristenan lahir pada abad pertama Masehi, berpusat pada kehidupan, ajaran, penyaliban, serta kebangkitan Yesus Kristus (Isa Al-Masih) di wilayah Yudea dan Galilea. Komunitas pengikutnya mulai berkembang pesat pasca-peristiwa Pentakosta sekitar tahun 30 hingga 33 Masehi.

Sementara itu, agama Islam secara historis institusional lahir pada abad ke-7 Masehi di Semenanjung Arab. Wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira pada sekitar tahun 610 M, disusul dengan peristiwa Hijrah ke Madinah pada tahun 622 M yang kemudian ditetapkan sebagai awal tahun kalender Hijriah.

Jika ditarik garis lurus berdasarkan kemunculan institusi keagamaan dan kitab suci yang terbukukan secara definitif di muka bumi:

  • Agama Yahudi menjadi yang paling tua di antara rumpun Abrahamik.

  • Agama Kristen menyusul pada abad pertama Masehi.

  • Agama Islam hadir sebagai agama Abrahamik terakhir pada abad ketujuh Masehi.

2. Perspektif Teologis Islam: Konsep "Dinul Islam"

Meskipun secara historis-sosiologis Islam baru dideklarasikan pada abad ke-7 M melalui Nabi Muhammad SAW, teologi Islam memiliki cara pandang tersendiri yang melihat Islam bukan sebagai agama baru yang sama sekali terisolasi, melainkan sebagai bentuk penyempurna dari agama-agama para nabi sebelumnya.

Dalam pandangan Islam, esensi dari "Islam" secara harfiah berarti berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa (Allah). Oleh karena itu, para nabi dan rasul terdahulu—termasuk Nabi Ibrahim, Nabi Musa, hingga Nabi Isa (Yesus)—dipandang oleh umat Islam mengajarkan nilai tauhid yang esensinya sama, yakni kepasrahan mutlak kepada Sang Pencipta.

  • Kesinambungan Kenabian: Umat Islam meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW bukanlah pembawa ajaran yang benar-benar asing, melainkan penutup para nabi (Khatamul Anbiya) yang datang untuk meluruskan ajaran tauhid murni yang kerap mengalami pergeseran di tangan manusia dari masa ke masa.

  • Posisi Nabi Isa (Yesus): Di dalam Al-Quran, Nabi Isa ditempatkan sebagai salah satu rasul ulul azmi yang mulia, yang juga membawa ajaran berserah diri kepada Allah (Islam dalam arti generik) kepada bani Israel.

Pertanyaan mengenai sejarah agama-agama dunia sering kali menarik perhatian banyak orang yang ingin memahami akar keimanan secara objektif dan kronologis. Sebagai bagian akhir dari pembahasan mengenai "Mana Duluan Islam apa Kristen?", mari kita telaah kesimpulan komprehensif dari perspektif sejarah dan teologi.

Tinjauan Kronologis Sejarah

Secara historis, jika dilihat dari kemunculan institusi keagamaan dan kitab suci yang terkodifikasi dalam bentuknya yang sekarang:

  • Kekristenan lahir pada abad pertama Masehi melalui ajaran Yesus Kristus (Nabi Isa) dan diteruskan oleh para rasul-Nya di wilayah Yerusalem dan Timur Tengah.

  • Islam lahir pada abad ketujuh Masehi di Jazirah Arab melalui wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Namun, dari sudut pandang teologis Islam, agama para nabi terdahulu, termasuk Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa, pada hakikatnya adalah Islam, karena inti ajaran mereka adalah penyerahan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa (Tauhid). Sementara itu, umat Kristen memandang bahwa garis keselamatan dan pewahyuan ilahi berpusat pada karya keselamatan Yesus Kristus yang tercatat dalam Perjanjian Baru.

Titik Temu dan Toleransi Beragama

Memahami urutan historis ini bukan untuk memperdebatkan mana yang lebih unggul, melainkan untuk memperkaya wawasan akademik dan memperkuat sikap saling menghormati. Baik Islam maupun Kristen memiliki akar yang kuat dalam tradisi Abrahamik (rumpun agama samawi) yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral, kasih sayang, keadilan, dan kepedulian sosial.

Catatan Penting: Perbedaan teologis mengenai siapa yang datang lebih dulu atau bagaimana wahyu diturunkan adalah bagian dari keyakinan masing-masing umat beragama yang patut dihormati dalam keragaman kehidupan bermasyarakat.

Dengan pemahaman yang utuh, baik dari segi sejarah linier maupun keyakinan internal masing-masing tradisi, kita dapat membangun dialog antarumat beragama yang lebih harmonis, dilandasi oleh pengetahuan yang objektif dan sikap saling menghargai.

Bagian mana dari sejarah peradaban agama-agama Abrahamik ini yang ingin Anda eksplorasi lebih mendalam?