Perbedaan Lupus dan Arthritis Reumatoid: Lebih dari Sekadar Nyeri Sendi

Lupus dan arthritis reumatoid (RA) memang sama-sama menyerang sistem imun tubuh dan bisa menyebabkan nyeri pada sendi, tapi keduanya jauh berbeda dalam dampak dan cara menyerang tubuh. Banyak orang mengira keduanya hampir identik, padahal lupus bisa jauh lebih serius karena tak hanya menyerang sendi, tapi juga organ vital.

Memang benar, penderita lupus sering mengalami nyeri dan bengkak pada persendian, mirip seperti RA. Tapi lupus tidak berhenti di situ. Penyakit ini bisa menyerang ginjal, kulit, jantung, paru-paru, bahkan otak. Itulah mengapa lupus sering disebut lebih berat secara klinis. Komplikasi seperti gagal ginjal, gangguan pembekuan darah, hingga kejang bisa terjadi—kondisi yang jarang atau bahkan tidak ditemukan pada penderita RA.

Sementara RA terutama fokus pada peradangan kronis di sendi, lupus bersifat lebih luas dan bisa muncul dalam berbagai bentuk. Gejalanya sangat bervariasi antar pasien. Ada yang mengalami ruam khas di wajah (ruam kupu-kupu), rambut rontok, hingga kelelahan ekstrem yang datang tiba-tiba.

Karena sifatnya yang "meniru" penyakit lain, diagnosis lupus sering kali membutuhkan waktu lebih lama. Pemeriksaan darah khusus dan pengamatan gejala jangka panjang sangat penting.

Penting bagi mereka yang merasa sering lelah, nyeri sendi, dan muncul ruam tanpa sebab jelas untuk segera konsultasi ke dokter. Deteksi dini bisa membuat pengelolaan penyakit jauh lebih baik, terutama pada kasus lupus yang bisa berkembang cepat jika diabaikan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait