4 Teknik Start dalam Lari Jarak Pendek

Saat berlomba lari jarak pendek, cara kamu memulai sangat menentukan hasil akhir. Banyak pelari pemula menganggap start hanyalah soal cepat berlari, padahal tekniknya sangat penting untuk mendapatkan dorongan maksimal sejak detik pertama.

Standing start adalah teknik paling dasar, biasanya digunakan dalam lari jarak menengah atau ketika pelari sudah dalam posisi berdiri. Namun, untuk lari cepat seperti 100 meter, teknik ini kurang efektif karena tak memberi dorongan maksimal.

Untuk performa lebih optimal, muncul tiga teknik lainnya. Four point start melibatkan kedua tangan dan kedua kaki menyentuh tanah, seperti posisi merangkak. Teknik ini sering dipakai dalam lari estafet atau ketika pelari belum punya blok start.

Three point start adalah evolusi dari teknik sebelumnya. Di sini, satu tangan dinaikkan dari tanah, sementara dua kaki dan satu tangan lain tetap menyentuh lintasan. Posisi ini memberi keseimbangan dan kecepatan lebih baik saat melesat.

Yang paling umum dan efektif dalam perlombaan atletik resmi adalah block sprint start. Dengan bantuan blok start, pelari bisa menghasilkan dorongan eksplosif dari posisi jongkok. Kaki depan ditempatkan di blok depan, kaki belakang di blok belakang, dan tangan siap mendorong saat aba-aba β€œsiap”.

Teknik start yang tepat bisa jadi kunci kemenangan. Latihan secara konsisten dan penguasaan teknik akan membuat pelari lebih cepat lepas dari garis start β€” dan itu sering menentukan siapa yang masuk finis lebih dulu.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait