Mengenal Kandungan Air Keran dan Keamanannya untuk Diminum

Banyak masyarakat di Indonesia masih terbiasa memasak air keran terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya. Langkah ini bukan tanpa alasan, sebab air keran yang berasal dari saluran pipa kerap mengandung berbagai zat yang perlu diwaspadai. Salah satu kandungan yang paling umum ditemukan adalah klorin, yaitu zat kimia yang digunakan untuk membunuh kuman dan bakteri berbahaya selama proses pengolahan air bersih.

Meski efektif mensterilkan air dari mikroorganisme, penggunaan klorin dapat menimbulkan produk sampingan berupa senyawa trihalomethane (THM). Senyawa THM ini terbentuk ketika klorin bereaksi dengan bahan organik alami yang tersisa di dalam air. Jika dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang tanpa pengolahan lanjutan, senyawa kimia ini berpotensi membawa dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Oleh karena itu, merebus air keran hingga mendidih merupakan langkah tradisional yang sangat efektif. Proses memasak air hingga mencapai titik didih tidak hanya mematikan bakteri dan parasit, tetapi juga membantu menguapkan sebagian senyawa kimia volatil seperti klorin. Selain memasak, penggunaan filter air berkualitas di rumah juga dapat menjadi solusi praktis untuk menyaring endapan, kotoran, dan senyawa kimia berlebih agar air lebih aman dan layak minum.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait