Jejak Kekalahan Real Madrid di Final Piala Champions

Real Madrid dikenal sebagai raksasa sepak bola Eropa, terutama di pentas Liga Champions. Namun, di balik dominasi mereka yang kerap menyulut decak kagum, ternyata Los Blancos bukan tanpa catatan pahit. Meski sering tampil sebagai juara, Madrid sempat menelan kekalahan di tiga final Piala Champions sepanjang sejarah.

Kejadian pertama terjadi pada musim 1961/62, saat mereka dikalahkan Benfica dengan skor 3-5. Pertandingan itu digelar di Stadion Ernst Happel, Wina, dan menjadi mimpi buruk bagi para pendukung Madrid. Hanya satu tahun berselang, di musim 1963/64, mereka kembali gigit jari usai takluk 1-3 dari Inter Milan di Praterstadion, Wina, lagi. Kekalahan ini menunjukkan betapa kuatnya Inter di bawah taktik Helenio Herrera saat itu.

Lalu, pada musim 1980/81, Madrid kembali mengalami nasib serupa. Kali ini, mereka hanya mampu mencetak nol gol saat menghadapi Liverpool di final yang berlangsung di Parc des Princes, Paris. The Reds sukses memanfaatkan satu-satunya peluang emas lewat gol Alan Kennedy, dan membawa pulang trofi untuk keempat kalinya.

Meski begitu, sejarah kekalahan ini justru menjadi bagian dari perjalanan Madrid menuju kejayaan. Setelah era 2000-an, mereka bangkit dengan kekuatan baru dan berhasil memenangkan banyak gelar Liga Champions, termasuk tiga gelar beruntun antara 2016 dan 2018. Justru dari kegagalan, tim ini belajar dan bangkit lebih kuat. Hingga kini, Madrid tetap menjadi salah satu tim paling sukses dalam sejarah kompetisi klub Eropa.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait