Agustus: Bulan Kedelapan yang Menyimpan Sejarah

Agustus adalah bulan kedelapan dalam penanggalan Masehi atau Kalender Gregorian yang umum digunakan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Setiap tahun, bulan ini selalu dinantikan, terutama karena jatuhnya hari kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17—yang membuat Agustus punya nuansa spesial bagi banyak orang.

Namun, tahukah kamu bahwa nama “Agustus” sebenarnya punya akar sejarah yang cukup panjang? Kata ini kemungkinan besar berasal dari adaptasi bahasa Portugis, “Agosto”, yang kemudian dipengaruhi oleh ejaan Belanda, “Augustus”. Kedua bentuk ini merujuk pada Kaisar Romawi Octavianus Augustus, menantu Julius Caesar yang menjadi pemimpin pertama Kekaisaran Romawi. Ia begitu dihormati sehingga bulan Sextilis (bulan keenam dalam kalender Romawi kuno) diubah namanya menjadi Augustus untuk menghormatinya.

Meskipun asal-usul kata dalam bahasa Indonesia tidak sepenuhnya jelas, pengaruh kolonial Belanda dan Portugis dalam perdagangan serta pemerintahan dulu ikut membentuk banyak kosakata, termasuk nama-nama bulan. Kini, “Agustus” sudah menjadi bagian alami dari kalender kita—tanpa banyak yang sadar bahwa di balik namanya, tersimpan jejak sejarah dunia kuno yang megah.

Jadi, di tengah perayaan bendera dan lomba-lomba khas 17-an, mungkin bisa jadi saat yang tepat untuk sekadar teringat: Agustus bukan cuma bulan kemerdekaan, tapi juga jendela kecil menuju masa lalu yang jauh lebih tua dari republik ini sendiri.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait