Perbedaan Gemuk dan Berisi: Mana yang Sehat?

Kalau kamu pernah dengar seseorang bilang, “Wah, kamu tambah berisi ya!” pasti langsung muncul tanya: berisi itu sama dengan gemuk nggak, sih? Jawabannya, nggak selalu.

Berisi sering dipakai sebagai kata yang lebih halus dari gemuk, tapi secara medis atau dalam dunia kebugaran, keduanya bisa sangat berbeda. Seseorang yang terlihat berisi belum tentu tidak sehat, apalagi kalau tubuhnya padat berotot. Di sisi lain, gemuk biasanya mengacu pada penumpukan lemak berlebih, terutama lemak visceral—jenis lemak yang menumpuk di sekitar organ dalam, seperti perut, dan sering terlihat dari bentuk tubuh yang buncit.

“Gendut” atau “buncit” memang sering dikaitkan dengan gemuk, tapi sekali lagi, tidak otomatis berarti orang tersebut benar-benar kelebihan berat badan secara menyeluruh. Bisa jadi, orang itu punya massa otot yang besar, tapi juga punya lemak di area perut. Inilah kenapa penilaian hanya dari penampilan bisa menyesatkan.

Dalam industri fitness, profesional lebih suka membedakan antara body fat (lemak tubuh secara umum) dan visceral fat (lemak dalam). Yang terakhir lebih berisiko bagi kesehatan, karena terkait dengan penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

Jadi, daripada fokus pada angka di timbangan atau sebutan “gemuk” atau “berisi”, lebih baik perhatikan pola hidup. Asupan seimbang, olahraga teratur, dan tidur cukup jauh lebih penting daripada bentuk tubuh semata. Sehat itu bukan soal kelihatan langsing, tapi soal tubuh bekerja dengan baik.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait