Kenapa Pen Harus Dilepas Setelah Operasi?

Sering kali pasien bertanya, "Apa yang terjadi jika pen (kawat atau paku bedah) tidak dilepas setelah operasi?" Secara umum, memang tidak semua pen harus dilepas. Namun, jika dibiarkan tetap berada di dalam tubuh, bisa muncul risiko yang perlu diwaspadai.

Jika tidak dilepas, pen bisa menimbulkan iritasi pada jaringan di sekitar tulang. Tubuh kita adalah sistem yang sangat sensitif. Benda asing seperti pen, meskipun dirancang untuk tahan lama, tetap bisa dianggap sebagai ancaman oleh sistem imun. Akibatnya, jaringan di sekitarnya bisa meradang, bahkan lama-kelamaan menyebabkan ketidaknyamanan.

Lebih serius lagi, pen yang tertinggal bisa menyentuh atau menekan saraf dan otot di dekatnya. Hal ini berpotensi menyebabkan kerusakan jaringan atau rasa nyeri yang terus-menerus, terutama saat bergerak atau menopang beban. Beberapa pasien melaporkan rasa tidak nyaman seperti tertusuk-tusuk atau pegal di area bekas operasi, terutama saat cuaca dingin.

Meski tidak semua kasus memerlukan pencabutan, dokter biasanya menimbang kondisi pasien secara menyeluruh—usia, lokasi cedera, dan aktivitas sehari-hari. Bagi yang aktif bergerak atau bekerja fisik, risiko iritasi atau cedera ulang lebih tinggi, sehingga pen disarankan dilepas.

Karena itu, penting mengikuti anjuran dokter dan jangan menyepelekan kontrol rutin. Jika mulai terasa nyeri atau aneh di area operasi, segera periksakan. Lebih baik mencegah daripada mengatasi komplikasi yang bisa dihindari.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait