Bolehkah Tidak Mandi Wajib Setelah Berhubungan?
Ketika seorang muslim selesai berhubungan suami istri, atau mengalami keluarnya air mani, statusnya masuk dalam keadaan hadas besar. Dalam Islam, untuk kembali suci dan bisa menjalankan ibadah tertentu, wajib hukumnya melakukan mandi junub atau yang sering disebut mandi wajib. Ini bukan sekadar kebiasaan, tapi kewajiban yang diajarkan Rasulullah dan berdasarkan dalil syar’i.
Lalu, apa hukumnya jika seseorang tidak langsung mandi wajib setelah berhubungan? Secara jelas, selama belum mandi, orang tersebut tetap berada dalam keadaan hadas besar. Dalam kondisi ini, dia tidak boleh melaksanakan salat, membaca Alquran, atau melakukan thawaf di Ka’bah. Jadi, meskipun tidak ada ancaman langsung, kelalaian dalam mandi wajib bisa menghalangi ibadah pokok.
Sebagian orang mungkin menunda mandi karena alasan lelah atau belum sempat. Namun penting diingat, mandi wajib tidak harus lama atau rumit. Cukup basuh seluruh tubuh dengan air, niatkan menghilangkan hadas besar, dan pastikan tidak ada bagian tubuh yang kering. Nabi Muhammad ﷺ sendiri mencontohkan untuk segera bersuci setelah bangun dari tidur setelah berhubungan.
Jadi, meski tidak langsung mandi tidak serta merta menghapus pahala, tetap saja ini menunda kewajiban. Lebih baik segera bersihkan diri agar tetap dalam keadaan suci dan siap menjalankan ibadah kapan pun, terutama jika waktu salat sudah masuk. Dengan begitu, hubungan suami istri yang mulia pun tetap diiringi dengan ketaatan kepada Allah.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.