Nabi Isa As: Nabi Ke-24 dalam Ajaran Islam

Nabi Isa As dikenal sebagai nabi ke-24 dalam urutan para rasul yang diutus oleh Allah SWT. Beliau lahir dari seorang perempuan suci, Maryam, tanpa seorang ayah—sebuah kelahiran yang penuh mukjizat dan menjadi bukti kekuasaan Allah. Kelahiran Nabi Isa sendiri telah dijanjikan melalui firman-Nya, dan peristiwa ini dijelaskan dengan sangat indah dalam Al-Qur'an.

Maryam, yang dikenal sebagai wanita yang sangat taat dan menjaga kesuciannya, dipilih oleh Allah untuk menjadi ibu dari seorang nabi yang luar biasa. Saat menerima kabar kelahiran putranya, ia merasa takut akan dinilai buruk oleh masyarakat. Namun, Allah memberinya petunjuk dan menjadikan Nabi Isa berbicara sejak dalam buaian sebagai bukti kebenaran.

Sebagai nabi, Nabi Isa As membawa ajaran tauhid dan mengajak umatnya kembali kepada jalan Allah. Beliau diberi mukjizat oleh Allah, seperti menyembuhkan orang buta sejak lahir, menyembuhkan orang berpenyakit kusta, bahkan—dengan izin Allah—menghidupkan orang mati. Semua itu merupakan tanda kebesaran Allah melalui rasul-Nya.

Dalam Islam, Nabi Isa As bukan Tuhan atau anak Tuhan, melainkan hamba dan rasul yang mulia. Umat Muslim meyakini bahwa beliau tidak disalib, melainkan diangkat langsung ke langit oleh Allah. Ia akan turun kembali di akhir zaman sebagai tanda hari kiamat.

Kisah Nabi Isa As mengajarkan kita tentang pentingnya iman, kesabaran, dan kepercayaan penuh kepada rencana Allah. Melalui mukjizat dan keteguhan hidupnya, beliau menjadi teladan bagi umat manusia tentang bagaimana menjalani hidup dengan kasih, kebenaran, dan ketaatan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait