Apa Itu Stimming pada Anak dan Mengapa Perlu Dipahami?

Stimming adalah singkatan dari "self-stimulating behavior" atau perilaku merangsang diri sendiri. Pada anak, stimming sering muncul dalam bentuk gerakan atau suara yang berulang, seperti menggoyangkan tangan, menggigit kuku, menggelengkan kepala, atau membuat suara tertentu. Perilaku ini umum terjadi, terutama saat anak merasa cemas, terlalu stimulasi, atau justru butuh stimulasi lebih.

Stimming bukan hanya terkait autisme, meskipun sering muncul dalam daftar kriteria diagnostik gangguan spektrum autisme. Banyak anak neurotipikal (anak dengan perkembangan otak yang umum) juga melakukan stimming sesekali, misalnya saat gelisah atau berkonsentrasi. Namun, pada anak autis, stimming bisa lebih intens dan berlangsung lebih lama, bahkan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Yang penting dipahami, stimming bukanlah perilaku yang harus selalu dihentikan. Bagi banyak anak, stimming adalah cara mereka mengatur emosi, mengurangi stres, atau merespons lingkungan. Menghentikan paksa bisa justru membuat anak lebih tertekan. Alih-alih melarang, pendekatan terbaik adalah memahami penyebabnya dan membantu anak menemukan cara lain yang lebih aman jika stimming tersebut membahayakan.

Orang tua dan pendidik bisa mulai dengan mengamati kapan dan mengapa stimming terjadi. Apakah saat lelah, kewalahan, atau butuh perhatian? Dengan pemahaman yang tepat, respons terhadap stimming bisa lebih empatik dan mendukung tumbuh kembang anak secara sehat.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait