Ultras Palembang: Jiwa Sriwijaya FC yang Tak Pernah Padam

Di tengah hiruk-pikuk Stadion Gelor Sriwijaya, Jakabaring, ada kelompok yang selalu hadir membara: Ultras Palembang. Mereka bukan sekadar penonton biasa, tapi nyawa dari Sriwijaya FC. Dengan setia mengenakan pakaian berwarna hitam—jaket, parka, atau kaos komunitas mereka—mereka berkumpul di sisi timur stadion, bersuara lantang, mengibarkan bendera, dan menciptakan atmosfer yang tak terlupakan setiap kali Laskar Wong Kito bertanding.

Sejak pertama kali muncul, Ultras Palembang dikenal sebagai gerombolan anak muda yang penuh semangat. Kata “ultras” sendiri bukan sekadar julukan, tapi simbol dedikasi: loyalitas tanpa syarat, cinta buta terhadap klub, dan semangat membara yang sulit diredam. Mereka adalah bagian dari budaya suporter sepak bola modern di Indonesia, yang menjadikan stadion bukan hanya tempat pertandingan, tapi ruang ekspresi identitas dan persatuan.

Meski kadang dianggap terlalu vokal atau kontroversial, tak ada yang meragukan kecintaan mereka terhadap Sriwijaya FC. Dari tribun stadion hingga aksi kreatif di jalanan, mereka selalu hadir—menjadi suara, warna, dan kekuatan moral bagi tim kesayangan.

Di tengah pasang surut prestasi klub, Ultras Palembang tetap setia. Bukan karena kemenangan semata, tapi karena rasa memiliki. Bagi mereka, Sriwijaya FC bukan sekadar tim—itu adalah bagian dari jiwa kota Palembang.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait