Apa Saja yang Dilarang saat Berumroh?

Saat menjalankan ibadah umroh, jemaah harus memasuki keadaan yang disebut ihram. Pada saat inilah, ada sejumlah larangan yang harus dipatuhi dengan sungguh-sungguh. Seperti dijelaskan oleh Dafril, seorang petugas haji dan umroh, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan selama berada dalam kondisi ihram.

Pertama, larangan terkait perbuatan fisik. Jemaah dilarang memetik daun atau ranting dari tumbuhan, apalagi menebangnya. Ini termasuk mengganggu ekosistem alam di sekitar area haram. Selain itu, memotong kuku, mencukur rambut, atau menggunakan parfum juga dilarang. Tujuannya adalah menjaga kesucian niat dan tubuh selama ibadah.

Kedua, larangan sosial dan hubungan. Dalam keadaan ihram, seorang jemaah tidak boleh melamar, menjadi wali nikah, atau melakukan hubungan suami istri. Ini karena ihram adalah masa khusus untuk fokus beribadah, bukan urusan duniawi.

Ketiga, larangan terkait pakaian. Pria dilarang memakai pakaian yang berjahit sempurna seperti baju kemeja atau celana panjang biasa. Mereka juga tidak boleh menutup kepala dengan sengaja. Sementara untuk sepatu, tidak boleh yang menutupi mata kaki sepenuhnya. Wanita tetap boleh memakai pakaian biasa asalkan sesuai syariat, tapi tetap tidak boleh menutup wajah atau memakai sarung tangan.

Selain itu, membunuh hewan buruan di sekitar area haram juga dilarang keras. Ini termasuk bagian dari menghormati kesakralan tempat. Pelanggaran terhadap aturan ini bisa berakibat pada denda atau kifarat tertentu, tergantung jenis pelanggarannya.

Mengetahui larangan-larangan ini penting agar ibadah umroh berjalan lancar dan diterima dengan sempurna. Karena pada dasarnya, umroh bukan hanya soal perjalanan fisik, tapi juga penyucian hati dan niat.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait