Apa Saja Pantangan Makanan untuk Anak Autis?

Orang tua dengan anak autis sering kali bertanya-tanya, makanan apa saja yang sebaiknya dihindari agar kondisi si kecil tidak memburuk. Meski tidak semua anak autis memiliki kebutuhan yang sama, beberapa jenis makanan diketahui bisa memengaruhi perilaku, mood, hingga fokus mereka.

Gluten dan kasein adalah dua zat yang paling sering dibicarakan. Gluten terdapat dalam gandum, terigu, barley, bulgur, dan semua olahannya seperti roti atau mie. Sementara kasein banyak ditemukan dalam susu dan produk turunannya seperti keju, yoghurt, dan krim. Beberapa penelitian kecil menunjukkan bahwa pola makan bebas gluten dan kasein (GFCF) bisa membantu mengurangi gejala tertentu pada sebagian anak autis, meski hasilnya berbeda-beda tiap individu.

Selain itu, makanan olahan yang mengandung bahan pengawet juga sebaiknya dibatasi. Daging atau ikan yang diawetkan, seperti sosis, kornet, daging asap, ikan asap, dan sarden kaleng, sering mengandung zat tambahan yang bisa memicu hiperaktif atau gangguan tidur. Begitu pula dengan tauco dan kecap yang mengandung fermentasi dan garam tinggi—bisa memengaruhi sistem pencernaan dan saraf anak.

Bukan berarti semua anak autis harus benar-benar menghindari ini, tetapi mencoba eliminasi sementara bisa menjadi cara untuk melihat respons tubuh anak. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi tetap penting sebelum mengubah pola makan secara drastis.

Yang terpenting, pendekatan terhadap anak autis harus dilakukan dengan kasih sayang, kesabaran, dan dukungan yang konsisten—termasuk dari sisi nutrisi yang mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait