Perbedaan Kartu Visa dan MasterCard yang Perlu Kamu Tahu

Visa dan MasterCard adalah dua nama besar di dunia pembayaran digital, tapi banyak yang masih bingung bedanya apa. Padahal, perbedaan utama mereka bukan pada bentuk atau manfaat langsung bagi pengguna, melainkan pada perusahaan yang berada di baliknya.

Visa, yang didirikan pada tahun 1958 (bukan 1955 seperti beberapa sumber keliru menyebut), adalah perusahaan asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di Foster City, California. Meskipun sering dikira bank, Visa sebenarnya adalah jaringan pembayaran yang bekerja sama dengan bank-bank di seluruh dunia untuk menerbitkan kartu kredit, debit, atau pra-bayar.

Sementara itu, MasterCard lahir tak jauh dari Visa—didirikan pada tahun 1966 oleh sekelompok bank di Amerika—dan kini dikelola oleh MasterCard Worldwide. Sama seperti Visa, MasterCard bukan penerbit kartu langsung, tapi justru penyedia infrastruktur sistem pembayaran global yang digunakan bank untuk membuat kartu mereka.

Secara fungsi sehari-hari, perbedaan antara keduanya hampir tidak terasa. Keduanya diterima secara luas di jutaan merchant di seluruh dunia, baik secara online maupun offline. Kecepatan transaksi, biaya, dan tingkat keamanan juga sangat mirip karena keduanya mengadopsi teknologi chip dan sistem enkripsi mutakhir.

Namun, ada hal-hal kecil yang bisa membedakan, seperti program reward atau asuransi perjalanan yang ditawarkan bank penerbit—bukan oleh Visa atau MasterCard secara langsung. Jadi, saat memilih kartu, lebih baik cek dulu fitur dari banknya, bukan hanya logo Visa atau MasterCard di pojok kartu.

Intinya, Visa dan MasterCard sama-sama andal. Pilih yang paling banyak ditawarkan manfaat tambahannya oleh bank yang kamu percaya.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait