Perbedaan Kunyit Putih dan Kuning yang Perlu Diketahui
Di dapur atau pasar tradisional, kita sering menemukan dua jenis kunyit: kuning dan putih. Meski namanya mirip dan sama-sama termasuk dalam famili temu-temuan, ternyata kedua rimpang ini sangat berbeda, baik dari segi penampilan, rasa, maupun manfaatnya.
Kunyit kuning, yang dikenal luas sebagai bahan dasar masakan Indonesia, memiliki warna oranye terang dan aroma khas yang kuat. Rimpang ini sering digunakan sebagai pewarna alami dan bumbu dapur, terutama dalam rendang, soto, atau jamu. Secara tradisional, kunyit kuning dikenal karena kandungan kurkuminnya yang membantu menenangkan peradangan dan mendukung kesehatan hati.Sementara itu, kunyit putih — atau yang lebih tepat disebut temu putih — justru bukan kunyit sungguhan, melainkan kerabat dekat dari temulawak. Bentuknya mirip kunyit, tapi dagingnya lebih pucat dan aromanya lebih ringan. Dalam pengobatan tradisional, temu putih dikenal mampu membantu meredakan batuk, menambah nafsu makan, dan menjaga daya tahan tubuh.
Perbedaan utama terletak pada khasiat dan penggunaan. Kunyit kuning lebih sering dipakai untuk masakan dan perawatan jangka panjang, sedangkan kunyit putih lebih populer sebagai ramuan alami untuk gangguan pernapasan atau sebagai penambah vitalitas.
Meski begitu, keduanya sama-sama aman dikonsumsi dalam takaran wajar. Yang penting, pastikan Anda tidak salah memilih saat membeli, terutama jika ingin mengonsumsinya sebagai obat alami. Cukup perhatikan warna dan baunya — kuning pekat dan wangi tajam untuk kunyit kuning, sementara kuning pucat dan bau lebih netral untuk kunyit putih.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.