Memahami Bahasa Tubuh Kucing

Ketika kamu memiliki kucing di rumah, penting untuk memahami apa yang mereka coba sampaikan. Meski tak berbicara dengan kata-kata, kucing punya cara unik untuk mengungkapkan perasaannya—semua lewat bahasa tubuh.

Gerakan telinga adalah salah satu petunjuk paling jelas. Jika telinganya tegak dan menghadap ke depan, artinya si meong sedang waspada dan merasa aman. Tapi kalau telinganya tertekuk ke samping atau ke belakang, bisa jadi ia merasa takut atau kesal.

Lalu ada sinyal mata. Saat kucing menatapmu dengan kepala miring dan kelopak yang bergerak perlahan, itu tanda kasih sayang. Mereka sedang "mengedipkan mata cinta". Sebaliknya, tatapan tajam tanpa berkedip bisa berarti peringatan.

Ekor juga punya bahasa sendiri. Ekor yang melengkung ke atas seperti tanda tanya artinya ia senang dan ingin berinteraksi. Tapi jika ekornya berdiri kaku atau dikibas-kibaskan cepat, hati-hati—ia mungkin kesal atau terganggu.

Perhatikan juga gerakan tubuh. Kucing yang meregang atau berguling-guling di lantai sedang menunjukkan kepercayaan. Menyapa dengan mencakar atau menjilat juga termasuk bentuk kasih sayang. Begitu pula dengan headbutting—saat kucing menggesekkan kepalanya ke kakimu, itu tanda ia mengklaim kamu sebagai miliknya.

Memahami isyarat ini membuat hubunganmu dengan kucing jadi lebih dekat. Cukup perhatikan gerakannya, dan kamu akan tahu kapan ia ingin diajak main, butuh ruang, atau hanya butuh pelukan hangat.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait