Tahapan Reaksi Terhadap Stres Menurut Lazarus

Ketika menghadapi tekanan hidup, respons kita terhadap stres tidak muncul begitu saja. Menurut psikolog Richard Lazarus pada tahun 1984, ada tiga tahapan penting yang dilalui seseorang saat mengalami stres. Proses ini membantu kita memahami bagaimana pikiran dan emosi bekerja saat menghadapi tantangan.

Tahap pertama disebut primary appraising atau penilaian primer. Di sini, otak secara cepat menilai apakah suatu kejadian bersifat mengancam, membahayakan, atau justru sebagai tantangan yang bisa diatasi. Misalnya, saat mendapat tugas mendadak dari atasan, kita langsung menilai: “Apakah ini terlalu berat?” atau “Bisakah saya menyelesaikannya?”

Tahap kedua adalah secondary appraising atau penilaian sekunder. Pada fase ini, kita mulai mempertimbangkan sumber daya yang dimiliki—seperti waktu, dukungan orang lain, atau keterampilan—untuk menghadapi situasi tersebut. “Apakah saya punya waktu? Apakah bisa minta bantuan rekan kerja?” adalah contoh pertanyaan yang muncul di tahap ini.

Tahap ketiga adalah coping, yaitu tindakan nyata yang diambil untuk mengatasi stres. Cara menghadapinya bisa beragam: ada yang memilih menghadapi langsung, menghindar, atau bahkan mencari dukungan emosional dari teman atau keluarga.

Pemahaman tentang tiga tahapan ini membantu kita lebih sadar diri saat merasa tertekan. Dengan menyadari proses yang terjadi di balik stres, kita bisa merespons dengan lebih bijak, bukan bereaksi secara impulsif. Stres memang tak terhindarkan, tapi bagaimana kita menanganinya yang menentukan kesejahteraan mental kita.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait