Apa Itu Kifosis dan Siapa Saja yang Bisa Terkena?

Kifosis adalah kelainan bentuk tulang belakang yang menyebabkan punggung bagian atas tampak terlalu melengkung, sehingga membuat punggung terlihat bongkok atau membundar. Meski semua orang memiliki lengkungan alami pada tulang belakang, pada penderita kifosis, lengkungan ini melebihi batas normal—biasanya lebih dari 45 derajat.

Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, namun lebih sering ditemukan pada wanita yang sudah memasuki usia lanjut. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari faktor usia yang menyebabkan tulang keropos (osteoporosis), postur tubuh yang buruk dalam jangka panjang, hingga kelainan bawaan sejak lahir. Remaja juga bisa mengalami kifosis, terutama tipe yang dikenal sebagai kifosis Schuermann, yang muncul saat masa pertumbuhan.

Gejala kifosis tidak selalu terlihat jelas di awal. Namun seiring waktu, penderita bisa merasakan nyeri punggung, kelelahan otot, bahkan kesulitan bernapas jika lengkungan terlalu parah. Beberapa orang juga mengalami gangguan postur, seperti bahu yang terus-menerus membungkuk ke depan.

Diagnosis biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan rontgen untuk mengukur seberapa besar lengkungan tulang belakang. Penanganan kifosis tergantung pada tingkat keparahan—mulai dari latihan fisik dan terapi fisik, penggunaan penyangga tulang belakang, hingga operasi dalam kasus yang sangat serius.

Penting untuk menjaga kesehatan tulang sejak dini, terutama dengan asupan kalsium dan vitamin D yang cukup, serta rutin bergerak. Deteksi dini bisa mencegah kifosis memburuk dan membantu menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait