Apa Itu "Feel" dalam Bahasa Gaul?

Kamu pasti pernah dengar seseorang bilang, "Gue lagi nggak ada feel aja sama dia," atau "Mungkin kita emang nggak ada feel-nya." Nah, kata feel yang sering dipakai dalam percakapan sehari-hari ini sebenarnya berasal dari bahasa Inggris, tapi sudah lama diadopsi jadi bagian dari kosakata gaul anak muda Indonesia.

Secara harfiah, "feel" memang berarti "perasaan" atau "merasa". Tapi dalam konteks kekinian, kata ini lebih dari sekadar arti kata. Feel dipakai untuk menggambarkan ketertarikan, kenyamanan, atau vibe tertentu yang dirasakan terhadap seseorang atau situasi. Misalnya, saat seseorang bilang, "Aku nggak ada feel-nya," artinya dia nggak merasa tertarik atau nyambung secara emosional.

Kata ini biasanya muncul dalam kalimat campuran antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, yang sering disebut sebagai bahasa gaul ala anak muda. Penggunaannya jadi lebih ringkas dan terasa lebih natural dalam percakapan santai. Seperti, "Dari awal aja gue udah nggak feel," yang artinya sudah dari awal nggak ada ketertarikan.

Meskipun terdengar sepele, feel punya peran penting dalam cara anak muda mengekspresikan perasaan mereka tanpa harus menjelaskan panjang lebar. Di tengah derasnya arus budaya dan media sosial, kata ini menjadi cara cepat untuk menyampaikan ketertarikan atau malah penolakan secara halus.

Jadi, kalau kamu dengar seseorang bilang, "Kita nggak ada feel-nya," jangan bingung lagi. Itu artinya, perasaan itu nggak nyambung — simpelnya, hatinya nggak ada di situ.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait