Angka Tiga, Pembawa Sial di Beberapa Budaya

Di banyak budaya, angka sering dikaitkan dengan makna khusus—ada yang dianggap membawa keberuntungan, ada pula yang dijauhi karena dianggap pembawa sial. Di Jepang dan Vietnam, angka tiga termasuk dalam golongan yang terakhir.

Meskipun di banyak tempat angka tiga justru dianggap positif—seperti dalam trilogi atau tiga pilar kehidupan—di beberapa budaya Asia, angka ini justru dihindari. Di Jepang, angka tiga (san) bisa menimbulkan asosiasi negatif karena bunyinya yang mirip dengan kata-kata yang berkonotasi kematian atau kesialan dalam percakapan tertentu. Tapi yang lebih menarik, kepercayaan ini sangat kental dalam kebiasaan sehari-hari.

Salah satu larangan unik berkaitan dengan foto. Konon, jika tiga orang berfoto bersama, salah satu dari mereka diyakini akan segera meninggal. Kepercayaan ini begitu kuat sehingga banyak orang di Jepang dan Vietnam enggan berpose bertiga, terutama dalam acara-acara penting atau formal.

Asal-usul kepercayaan ini tidak sepenuhnya jelas, tapi banyak yang menghubungkannya dengan tradisi pemakaman. Dalam beberapa ritual kematian di Jepang, angka tiga memang muncul dalam tata cara penghormatan, yang kemudian menciptakan asosiasi negatif. Sementara di Vietnam, angka ini kadang dihindari dalam pemberian hadiah atau penomoran kamar rumah sakit.

Meskipun zaman sudah berubah dan pemahaman terhadap takhayul mulai melonggar, kepercayaan seperti ini tetap hidup sebagai bagian dari warisan budaya. Bagi sebagian orang, menghindari angka tiga mungkin terdengar berlebihan—tapi bagi yang mempercayainya, itu soal rasa hormat dan menjaga keseimbangan hidup.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait