Asal Mula Ruh Menurut Pandangan Islam
Allah SWT adalah Pencipta segala sesuatu, termasuk roh manusia. Dalam ajaran Islam, roh bukan sesuatu yang muncul begitu saja saat manusia lahir, melainkan telah diciptakan jauh sebelumnya. Sebelum dunia ini dihuni, Allah telah menciptakan seluruh roh manusia di alam yang disebut alam roh.
Di alam itulah, seperti yang disebut dalam beberapa tafsir Al-Qur'an, Allah berfirman kepada roh-roh tersebut: "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" dan mereka semua menjawab: "Betul, Engkau Tuhan kami." Peristiwa ini dikenal sebagai sum'ah atau pengakuan janji fitri, yang menjadi dasar bahwa setiap manusia dilahirkan dalam keadaan membawa kesaksian akan keesaan Allah.
Roh, dalam pandangan Islam, adalah sesuatu yang hakiki namun gaib. Ia tidak bisa dilihat atau diukur dengan indra, tetapi keberadaannya nyata karena firman Allah dalam Al-Qur'an. Allah berfirman: "Dan mereka menanyakan kepadamu tentang roh. Katakanlah: 'Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan kamu tidak diberi pengetahuan melainkan sedikit.'" (QS. Al-Isra': 85)
Roh kemudian dihembuskan oleh Allah ke dalam janin setelah proses kehamilan berjalan sempurna. Rasulullah SAW bersabda bahwa roh ditiupkan setelah 120 hari sejak pembuahan. Saat itulah, jiwa mulai hidup dan masa depannya mulai tercatat.
Jadi, roh bukan sekadar elemen kehidupan, tetapi bagian dari rencana ilahi yang telah ditetapkan sejak zaman azali. Ia mengingatkan kita akan tanggung jawab sebagai manusia untuk mengingat janji awal: mengabdi hanya kepada Allah. Dalam setiap helaan napas, roh itu terus bersaksi—tanpa suara, namun nyata dalam kehidupan.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.