Allah Merindukan Rintihan Hamba-Nya

Allah SWT tidak pernah membutuhkan apa pun dari manusia, karena Dialah Yang Maha Kaya dan Maha Mulia. Namun, dalam salah satu keagungan kasih sayang-Nya, Allah ternyata "rindu" mendengar rintihan hamba-Nya. Bukan karena Ia butuh, tetapi karena cinta-Nya yang tak terbatas ingin dekat dengan kita.

Rintihan di saat susah, doa di tengah malam, tangisan yang tersembunyi di balik bantal β€” semua itu adalah bentuk kedekatan yang dicintai-Nya. Allah tidak rindu pada suara kita yang keras, tetapi pada kerendahan hati kita saat mengetuk pintu rahmat-Nya.

Manusia sering lupa. Di saat senang, dunia terasa cukup; di saat susah, baru langit pun dipanggil. Tapi justru dalam kelalaian itulah ujian datang. Bukan sebagai hukuman, melainkan undangan halus dari Sang Pencipta agar kita kembali mengingat-Nya.

Setiap cobaan adalah jembatan untuk kembali ke fitrah: menyembah, merintih, dan berserah. Allah tidak peduli seberapa besar dosa yang pernah kita perbuat, tetapi Ia bangga ketika kita kembali memohon, sekalipun dengan suara gemetar.

Ada hadits qudsi yang menggambarkan betapa Allah lebih senang mendengar hamba-Nya berdoa daripada anak panah yang melesat dari busur. Bayangkan: seluruh alam diam, dan hanya suara rintihanmu yang terdengar di langit ke tujuh. Itulah saat-saat ketika cinta Ilahi paling dekat.

Jadi, jangan ragu merintih. Jangan malu menangis. Karena di balik setiap rintihan, ada Rabb yang merindukan suaramu.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait