Apakah Pakaian Juga Diadakan Perhitungannya di Akhirat?
Ketika menyimpan baju yang tak pernah dipakai, mungkin sebagian dari kita tak pernah memikirkan bahwa harta yang menumpuk tanpa dimanfaatkan bisa menjadi beban di akhirat kelak. Dalam sebuah nasihatnya, Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan bahwa setiap harta yang kita miliki—termasuk pakaian—akan dihisab. Tidak hanya uang atau emas, bahkan baju yang disimpan begitu saja tanpa manfaat juga bisa masuk dalam perhitungan tersebut.
"Barang yang menumpuk dan tak bermanfaat bisa menjadi tanggungan," ujar UAH. Ini mengingatkan kita untuk lebih bijak dalam menggunakan harta. Banyak orang mengoleksi pakaian hanya karena tren, lalu dibiarkan menggantung di lemari tanpa pernah dipakai. Padahal, jika pakaian itu didistribusikan, bisa jadi sangat berarti bagi mereka yang kekurangan.Islam mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan. Boleh memiliki banyak pakaian, asalkan masih dalam batas kewajaran dan tetap bermanfaat. Namun, bila yang ada hanyalah penumpukan harta tanpa perhatian pada pemanfaatannya, itu bisa menjadi tanda kurangnya rasa syukur dan tanggung jawab. Di akhirat nanti, kita diminta pertanggungjawaban atas setiap nikmat yang diberikan, termasuk bagaimana pakaian itu digunakan atau diberdayakan.
Oleh karena itu, mulailah merapikan lemari dengan niat ikhlas: gunakan apa yang diperlukan, sedekahkan yang tak terpakai. Dengan begitu, harta tidak hanya menjadi beban hisab, tapi justru menjadi jalan amal yang terus mengalir.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.