Bolehkah Bayi Diajak Video Call?

Saat ini, banyak orang tua bertanya-tanya apakah aman mengajak bayi melakukan video call, terutama untuk tetap terhubung dengan keluarga jauh. Jawabannya, boleh—asal dilakukan dengan cara yang tepat.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), interaksi langsung tetap menjadi yang terbaik untuk tumbuh kembang bayi. Namun, mereka juga menyatakan bahwa video call dengan orang yang responsif—seperti kakek, nenek, atau saudara—diperbolehkan, bahkan bisa bermanfaat.

Bayi belajar bahasa melalui interaksi. Saat seseorang di layar merespons ekspresi wajah, suara, atau gerakan bayi secara langsung, ini menciptakan komunikasi dua arah yang penting untuk perkembangan kemampuan berbahasa. Misalnya, saat bayi tersenyum dan sang nenek langsung membalas dengan candaan atau ekspresi wajah yang hangat, bayi mulai memahami pola komunikasi dasar.

Yang perlu diperhatikan, video call bukan pengganti interaksi langsung. Durasi sebaiknya singkat—sekitar 10-15 menit—dan dilakukan dengan pendampingan orang tua. Hindari layar jika bayi sudah tampak lelah atau tidak tertarik.

Jadi, mengajak bayi video call bukan hal yang dilarang. Justru, jika dilakukan dengan bijak, ini bisa jadi cara yang menyenangkan dan bermakna untuk mempererat hubungan keluarga sekaligus merangsang tumbuh kembang si kecil.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait