Apakah Emas Putih Lebih Mahal dari Emas Kuning?
Ya, emas putih umumnya memang lebih mahal dibandingkan emas kuning, meskipun kandungan emas murninya bisa jadi sama. Perbedaan harga ini terutama disebabkan oleh proses pembuatan dan bahan tambahan yang digunakan.
Salah satu alasan utama adalah keberadaan lapisan rhodium, sebuah logam mulia yang dilapiskan pada emas putih untuk memberikan tampilan yang terang, bersih, dan mengilap. Rhodium sendiri tergolong langka dan mahal, sehingga menaikkan biaya produksi perhiasan emas putih.
Selain itu, proses pelapisan rhodium juga harus diulang secara berkala—biasanya setiap 1-2 tahun—karena lapisannya bisa memudar seiring waktu, terutama jika sering dipakai. Faktor inilah yang membuat perawatannya lebih intensif dibanding emas kuning. Ketika lapisan rhodium mulai luntur, warna emas putih bisa tampak kekuningan atau kusam, sehingga perlu disepuh ulang agar tampilannya tetap prima.
Di sisi lain, emas kuning justru memiliki daya tariknya sendiri. Warna klasik kuningnya lebih tahan lama tanpa perlu perawatan khusus seperti pelapisan ulang. Banyak orang justru menyukai kesan tradisional dan hangat dari emas kuning, terlebih jika dipakai dalam acara adat atau pernikahan.
Jadi, meskipun secara nilai emas putih bisa lebih tinggi karena faktor rhodium dan prosesnya, pilihan antara emas putih dan kuning tetap kembali pada selera pribadi dan gaya hidup. Baik emas putih maupun kuning tetap menjadi investasi yang bernilai, tergantung pada karat, berat, dan desain perhiasannya.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.