Paul Pogba dan Perjalanan Spiritualnya ke Islam

Meskipun dikenal sebagai salah satu pesepakbola top dunia, sisi spiritual Paul Pogba tidak kalah menarik untuk dibahas. Ternyata, sang gelandang Prancis ini memilih untuk memeluk agama Islam di usia 20 tahun, tepatnya pada tahun 2013. Keputusan tersebut bukan datang begitu saja, melainkan setelah melalui pertimbangan panjang dan proses pencarian makna hidup yang mendalam.

Pogba sempat membuka sedikit tentang alasan di balik keputusannya. Ia mengaku merasakan kedamaian yang luar biasa saat menjalankan ibadah dalam Islam. Baginya, agama ini membawa ketenangan batin yang selama ini dicari. Sebelum akhirnya mengucap dua kalimat syahadat, Pogba tidak serta-merta memutuskan tanpa dasar. Ia melakukan riset, membaca, dan mendalami ajaran Islam secara pribadi.

Bukan sekadar tren, tapi pilihan hati. Keputusan Pogba justru menunjukkan betapa seriusnya ia dalam memilih jalan spiritual. Meski tumbuh dalam lingkungan yang tidak beragama Islam, ia tetap memilih sesuai keyakinan yang dirasa paling menyentuh hatinya. Bahkan setelah menjadi mualaf, Pogba tetap menjaga kerahasiaan keyakinannya selama beberapa waktu, sebelum akhirnya terungkap melalui wawancara dan sikapnya yang mulai terlihat, seperti bersedia tidak minum alkohol dan menjalani ibadah secara konsisten.

Perjalanan Paul Pogba menuju Islam mengingatkan banyak orang bahwa agama bukan sekadar warisan, tapi juga bisa menjadi pilihan pribadi yang lahir dari pencarian makna. Di tengah sorotan dunia, ia tetap setia pada keyakinannya—dan itu, justru yang membuat kisahnya begitu menginspirasi.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait