Ciri-Ciri Bayi dengan Kecenderungan Autisme yang Perlu Diwaspadai
Oleh orang tua, mengenali tanda awal autisme pada bayi bisa menjadi langkah penting dalam memberikan dukungan sejak dini. Meski diagnosis pasti biasanya baru bisa ditegakkan saat anak berusia beberapa tahun, ada beberapa perilaku yang bisa diamati sejak usia dini.
Salah satu ciri yang sering muncul adalah bayi cenderung menghindari kontak mata. Saat diajak bicara atau diajak bermain, bayi mungkin tidak menatap wajah orang tuanya, meski sebenarnya bisa melihat. Ini bukan berarti ia tidak sadar kehadiran orang di sekitarnya, tapi lebih karena kurangnya keinginan untuk terhubung secara sosial.
Selain itu, bayi dengan kecenderungan autisme sering menunjukkan perilaku berulang yang tidak biasa. Misalnya, menepuk-nepuk tangan berkali-kali tanpa alasan jelas, mengayunkan tangan di depan wajah, atau memainkan jari-jarinya dalam pola tertentu. Perilaku ini bisa terjadi di situasi apa pun, bahkan saat ia seharusnya tertarik pada mainan atau orang di sekitarnya.
Seiring perkembangan, anak juga bisa tidak merespons pertanyaan dengan tepat. Alih-alih menjawab, ia justru mengulang pertanyaan yang diajukan—suatu kecenderungan yang dikenal sebagai echolalia. Misalnya, saat ditanya “Mau minum?” anak menjawab “Mau minum?”, bukan “Ya” atau “Tidak”.
Penting diingat bahwa tidak semua bayi yang menunjukkan ciri ini pasti autisme. Setiap anak berkembang dengan caranya sendiri. Namun, jika orang tua mencurigai adanya tanda-tanda ini, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli tumbuh kembang. Dengan deteksi dini, anak bisa mendapatkan stimulasi yang tepat untuk tumbuh optimal.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.